Ketua Paguyuban Pedagang: Revitalisasi Sport Center Indramayu Rp200 M Terancam Batal, Kami Merasa Diprank Pemda

Read Time:1 Minute, 3 Second

 

Indramayu –mpn.co.id.  Rencana revitalisasi Sport Center Indramayu senilai Rp200 miliar yang terancam batal pada awal tahun 2026 menuai reaksi keras dari para pedagang. Ketua Paguyuban Pedagang Sport Center Indramayu, Nurbaety, menegaskan para pedagang merasa diprank oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Indramayu.

Nurbaety mengatakan, sebelumnya para pedagang telah didata dan mengikuti sosialisasi terkait penataan kawasan sport center. Bahkan, mereka diminta bersiap menghadapi penertiban dan relokasi sementara demi mendukung rencana revitalisasi. Namun, hingga awal 2026, proyek tersebut justru tidak kunjung terealisasi karena anggarannya dicoret.

“Kami sudah didata dan diberi harapan. Sekarang malah terancam batal. Pedagang jelas merasa diprank, ” tegas Nurbaety.

Ia meyakini kalaupun ditolak Gubernur Jawa Barat, APBD Indramayu mampu untuk melanjutkan program revitalisasi, akibat ketidakpastian tersebut berdampak langsung pada kondisi ekonomi pedagang. Revitalisasi sport center diharapkan mampu meningkatkan kunjungan masyarakat dan memperbaiki fasilitas pendukung usaha.

Tanpa kejelasan proyek, pedagang meminta Pemda setidaknya melakukan perbaikan fasilitas dasar seperti penerangan, sanitasi, dan penataan lapak.

Sementara itu, Pemda Indramayu menyatakan pencoretan anggaran revitalisasi dilakukan karena keterbatasan fiskal dan adanya prioritas pembangunan lain yang dianggap lebih mendesak. Pemerintah daerah menyebut revitalisasi belum dibatalkan sepenuhnya, namun ditunda hingga kondisi keuangan memungkinkan.

Para pedagang berharap Pemda Indramayu bersikap transparan dan tidak memberikan janji tanpa kepastian, agar kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah tidak semakin menurun. (Eef

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *